Oleh: steveallmighty | 20 Februari 2011

Taruhan nenek centil dengan dirut bank

Suatu hari, seorang nenek centil datang ke Bank
International Indonesia dengan sebuah tas yang
penuh berisi uang. Nenek centil itu memaksa
untuk bertemu dengan Presiden Direktur untuk
membuka rekening, karena katanya dia memiliki
uang yang banyak sekali.
Setelah bicara panjang lebar, akhirnya customer
service mengajak nenek itu ke ruangan presiden
direktur. Presiden Direktur bertanya berapa
jumlah uang yang ingin dia setor. Dia menjawab,
sebanyak Rp 1.000.000.000,- (semilyar) sambil
meletakkan uangnya diatas meja presiden
direktur.
Penasaran, presiden direktur bertanya bagaimana
dia bisa sukses mendapatkan uang sebanyak
itu.Nenek centil tadi menjawab, kalau dia
memenangkan uang hasil taruhan.
Presiden direktur sangat terkejut dan bertanya,
“ Taruhan macam apa?”
Nenek centil tadi menjawab: ‘’Sebagai contoh,
Saya berani taruhan sebesar 100 juta kalau biji
pelir anda bentuknya kotak. ’’
Presiden direktur tadi tertawa dan yakin kalau
taruhan macam ini tidak mungkin menang.
Kemudian nenek centil tadi menjawab, ‘’Maukah
anda jadikan ini menjadi taruhan?’’.
Dengan pasti presiden direktur menantang,‘Saya
kasih anda 100 juta rupiah, kalau biji pelir saya
bentuknya kotak ’’.
Nenek centil kemudian berkata, ‘’Saya setuju, tapi
karena taruhan ini sangat penting, jika anda tidak
keberatan saya akan kembali besok dengan
pengacara saya sebagai saksi.
“Oh nggak masalah’’ kata presiden direktur
dengan penuh percaya diri.
Malamnya, presiden direktur menjadi sangat
grogi dengan taruhan itu dan berjam-jam
memandang ke kaca, putar ke sana putar kesini
untuk memastikan kalau biji pelirnya tidak terlihat
kotak dan bentuknya bulat,sehingga ia bisa
memenangkan taruhan besok.
Keesok harinya, jam 10 pagi tepat, sang nenek
centil tiba dengan kuasa hukumnya di kantor
pusat untuk memainkan taruhan senilai 100 juta
rupiah, guna menyatakan bahwa biji pelir
presiden direktur bentuknya kotak.
Presiden direktur mengkonfirmasikan bahwa
taruhan ini disetujui dengan komitmen yang
dilakukan sehari sebelumnya. Sang nenek
kemudian meminta presiden direktur untuk
melepas celana panjang dan sisanya, sehingga ia
dan pengacaranya dapat melihat apa yang
dilakukan presiden direktur itu dengan senang
hati. Nenek centil tadi mendekati presiden direktur
yang macho dan meminta ijin apakah boleh
menyentuh biji pelirnya atau tidak.
“Tentu saja silakan!’’ kata presiden direktur, karena
ini menyangkut uang banyak, jadi nenek perlu
merasa yakin 100%. Dan nenek centil tadi mulai
menyentuhnya dengan penuh senyuman.
Presiden direktur melihat pengacara nenek itu
membentur-benturkan kepalanya ke dinding. Lalu
bertanya kepada si nenek centil, kenapa
pengacaranya melakukan itu. Si nenek centil
menjawab, ‘’Ini mungkin karena saya menang
taruhan 300 juta dengan dia, bahwa sekitar jam
10 pagi ini saya bisa memegang biji pelir presiden
direktur dengan tangan saya!.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: